Membaca atau Tersingkir!


Ya, judul di atas layak dijadikan judul tulisan saya kali ini. Apa sebab? Hari ini Kamis 20 Juli 2017 pukul 13.00 WIB saya janjian bersua dengan salah satu Pegiat PENA IAI Bunga Bangsa Cirebon di Perpustakaan kampus, Moch Ismail. Seperti biasa, pertemuaan saya dengan mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) semester 3 yang juga Ketua Komisi II Bidang Jaringan dan Informasi Senat Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon (SEMA KBM IAI BBC) ini, diisi dengan beragam tema pembicaraan.

Banyak hal yang kami perbincangkan, seperti Penerimaan Anggota Baru PENA, kunjungan ke TV dan Koran, hingga rencana pengembangan dan aktivitas PENA ke depan. PENA sendiri merupakan salah satu unit kegitan kepenulisan di IAI Bunga Bangsa Cirebon. Karya pegiat PENA sudah diterbitkan di Koran dalam bentuk cerita pendek, puisi, artikel dan essai, di samping buku dan kumpulan cerita pendek yang diterbitkan jadi buku.

Kali ini ada yang unik. Apa itu? Di perpustakaan saya menyaksikan beberapa mahasiswa PGMI semester 3 IAI Bunga Bangsa Cirebon yang sedang membaca buku sambil sesekali ngobrol tentang tugas kuliah yang mesti mereka selesaikan.

Pada awalnya saya canggung untuk menyapa mereka, namun karena penasaran, akhirnya saya memberanikan diri untuk datang menyapa beberapa orang di antara mereka yang sedang duduk di meja dekat rak buku perpustakaan. Mereka adalah Nurafid, Risky Amelia, Mukhlas dan Rahmah.

Jujur, saya termasuk yang sangat senang menyaksikan orang yang suka membaca buku, termasuk mahasiswa yang saya saksikan kali ini. Mereka yang saya ajak ngobrol kali ini bukan mahasiswa yang kuliah hari ini, sebab mereka mendapat jadwal kuliah hari Senin, Selasa dan rabu siang.

Lalu, mengapa mereka mau datang ke perpustakaan? Dari jawaban mereka saya menemukan jawaban yang tidak biasa: mau membaca buku sekaligus menyelesaikan tugas kuliah.

Bagi saya, jawaban ini tak biasa. Sebab tak jarang mahasiswa yang jarang yang mau berkunjung ke perpustakaan. Sederhananya, di banyak tempat tak sedikit mahasiswa yang malas ke perpustakaan. Apalagi untuk membaca buku, sangat sedikit.

Saya menyaksikan bahwa mereka adalah mahasiswa yang menempatkan membaca sebagai tradisi yang melekat dengan mahasiswa. Karena dengan begitu, ilmu pengetahuan semakin yang didapat semakin banyak, luas dan kuat.

Saya berharap semoga mereka benar-benar termasuk mahasiswa yang sukses dalam menempuh pendidikannya. Mari masifkan tradisi membaca, biar tidak tersingkir dari sejarah peradaban umat manusia. Ya, membaca atau tersingkir! [Oleh: Syamsudin Kadir—Pegiat PENA IAI Bunga Bangsa Cirebon, Penulis buku “Membangun Pendidikan dan Bangsa yang Beradab”]
No comments

No comments :

Post a Comment