PENA IAI BBC Jadikan Menulis Seperti Bertamasya

SEKITAR 350 peserta mengikuti Seminar Kepenulisan Nasional dengan tema “Menulis itu Mudah dan Asyik” yang digelar oleh Unit Kegiatan Khusus PENA dan Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon (IAI BBC), di kampus setempat, Sabtu (21/1/2017).
            Salah satu Redaktur Harian Umum (HU) Kabar Cirebon Ahmad Rifai menjadi salah satu pemateri kegiatan tersebut. Ia menyampaikan cukup banyak materi tentang teknik penulisan junrnalistik dengan komunikatif. Ia mengungkapkan menulis yang menyenangkan adalah menjadikannya sebagai hobi atau bertamasya.  “Jadikan menulis itu seperti bertamasya atau bersenang-senang, nanti akan terasa asyik. Jika dibuat terpaksa ya nantinya malah akan membosankan,”, katanya.
            Menurut Pegiat PENA sekaligus Ketua Pelaksana, Dwi Jayanti, antusiasme peserta pada acara seminar tersebut terbilang tinggi. “Kebanyakan pesertanya adalah mahasiswa dari berbagai kampus di Cirebon. Ada juga yang dari Bandung. Termasuk beberapa seklah di Cirebon. Siswa dan mahasiswa dituntut untuk menulis, sebab budaya menulis di kalangan siswa dan mahasiswa terbilang kurang. Apalagi menulis itu penting secara akademis. Untuk itulah seminar ini digelar supaya memberikan motivasi menulis di kalangan siswa dan mahasiswa,” jelasnya.
           
Menurut Dwi, hadirnya Ahmad Rifai sebagai pemateri memberikan pandangan tentang menulis jurnalistik. Selain itu hadir juga pemateri lain dari akademisi sekaligus penulis, Barnawi, yang menyampaikan materi tentang teknik menulis karya ilmiah. “PENA terbiasa praktik menulis dan bedah buku. Biasanya menulis suka-suka di blog dan website. Kami belum begitu masif ke dunia jurnalistik. Untuk itu seminar ini menjadi pengalaman penting bagi pegiat PENA juga peserta yang lain. Insya Allah dalam waktu dekat kami akan melakukan silaturahim ke Redaksi Harian Umum Kabar Cirebon untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan berita”, paparnya.
            Pegiat PENA Syamsudin Kadir menuturkan dari seminar tersebut juga akan ditindaklanjuti dengan membentuk Sekolah Jurnalistik. “ Rencananya begitu, tak hanya pegiat PENA, tetapi juga untuk umum terutama pelajar dan mahasiswa,” tuturnya.
            Lanjut dia, PENA mewadahi kebutuhan kampus dan sekolah tentang kepenulisan dan kejurnalistikan.  “Nanti akan ada dua pola untuk sekolah yakni jurnalistik tingkat sekolah dan jurnalistik tingkat kampus. Mereka akan mengembangkan lebih serius lagi. Bukan sekadar berita, tapi juga karya ilmiah,” sambungnya.
            Penulis buku “Membangunan Pendidikan dan Bangsa yang Beradab” dan ratusan essai dan artikel di berbagai Surat Kabar tersebut mengungkapkan, saat ini Cirebon masih membutuhkan jurnalis yang handal. “Saat ini masyarakat masih membutuhkan informasi. Untuk itu, harus ada penempaan khusus bagi jurnalis. Karena itu setelah seminar ini akan ditindaklanjut dengan berbagai bentuk kegiatan yang menunjang, insya Allah,” tandasnya. (BK/PENA IAI BBC)

No comments

No comments :

Post a Comment